Hak Pelapor dan Terlapor

Hak Pelapor Dan Terlapor

HAK-HAK PELAPOR DAN TERLAPOR
BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI
NO. 076/KMA/SK/VI/2009

HAK-HAK PELAPOR

  1. Mendapatkan perlindungan kerahasian identitas
  2. Mendapatkan kesempatan untuk memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun
  3. Mendapatkan informasi mengenai tahapan laporan pengaduan yang didaftarkan
  4. Mendapatkan perlakukan yang sama dan setara dengan
  5. Terlapor dalam pemeriksaan

HAK-HAK TERLAPOR

  1. Membuktikan bahwa ia tidak bersalah dengan mengajukan saksi dan alat bukti lain
  2. Meminta berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya
Follow Discussion

6 Responses

  1. lendra Says:

    kenapa orang yang gak datang dipersidangan tp gugatan penggugat dikabulkan, sedangkan tergugat tdk pernah menandatangani persetujuan. apa allah pernah membuat peraturan itu, mungkin penggugat alasannya dibuat2!
    aturan dari mana tu, sekali lg manusia tidak boleh memisahkan pasangan2 yg sdh disatukan sm tuhan.

  2. redaksi Says:

    Sesuai dengan pasal 49 Undang-Undang No.7 Thn 1989, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.3 thn 2006 dan Undang-undang No.50 thn 2009, bahwa Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang :
    a. perkawinan
    b. …. dst
    dalam penjelasan pasal tersebut, yang dimaksud bidang perkawinan, antara lain termasuk perceraian (cerai talak, cerai gugat)

    Dalam Bab IV, tentang hukum acara, yakni pasal 54 dan 55 UU tsb diatas, Tiap pemeriksaan perkara di Pengadilan dimulai sesudah diajukannya suatu permohonan atau gugatan dan pihak-pihak yang berperkara telah dipanggil menurut ketentuan yang berlaku

    dari uraian di atas, Pengadilan berkewajiban untuk membuka persidangan jika ada permohonan / gugatan dengan memanggil para pihak

    Dalam pasal 56 ayat (1), Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa …. dst

    Dalam pasal 125 ayat (1) HIR/RIB (Hukum Acara Perdata), Jika Tergugat tidak datang pada hari perkara itu akan diperiksa ….., meskipun telah dipanggil dengan patut, maka gugatan itu diterima dengan tidak hadir (diputus dengan verstek), kecuali ….

    Oleh karena itu, jika saudara dipanggil untuk hadir menghadap di persidangan, seharusnya hadir, dan jika saudara hadir, maka saudara diberi kesempatan atau hak untuk menjawab atau membantah gugatan yang diajukan oleh pihak Penggugat
    Dalam pemeriksaan perkara, juga ada pembuktian (sebagaimana pasal 136 s.d 177 HIR) antara lain pihak Penggugat mengajukan bukti tertulis dan bukti saksi-saksi, jika bukti tertulis dan keterangan saksi-saksi mendukung/membenarkan/meneguhkan gugatan yang diajukan Penggugat, serta tidak dibantah, maka Majelis akan menjatuhkan putusan dengan mengabulkan gugatan penggugat

    Demikian jawaban kami

  3. ardi Says:

    Kpd Team Redaksi IT PA Pasuruan.

    Melanjutkan komentar dari pertanyaan lendra :
    Ketika tergugat tidak hadir maka pengadilan harus memutuskan perkara yang diperkarakan walaupun tergugat tidak hadir dalam acara sidang.
    – Bagaimana jika gugatan yang yang diajukan dikarenakan keputusan sepihak (penggugat dan keluarga)
    – Apakah ada mediasi yang dilakukan sebelum sidang digelar…?
    – Jika tidak ada mediasi dan langsung dilakukan sidang, apakah tergugat wajib mengetahui jadwal dan panggilan sidang….?
    – Bagaimana jika tergugat tdk pernah terima surat panggilan sidang dan ataupun informasi mengenai jadwal sidang yang telah diajukan oleh penggugat…?
    – Jika tergugat menerima surat panggilan dan ataupun informasi mengenai jadwal sidang, bagaimana prosedur tergugat untuk mengikuti sidang tersebut…? (apakah lgs dtg ke pengadilan dimana sidang digelar ataukah harus memberikan informassi/pendaftaran untuk mengikuti sidang)
    Terima Kasih.

  4. redaksi Says:

    Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan sebagai berikut :
    1. Ketika ada gugatan yang diajukan dan didaftar di PA, maka sesuai ketentuan Pasal 121 ayat (1) HIR, PA akan memanggil kedua belah pihak untuk menghadap sidang.
    Asas Imparsialitas, yakni mendudukkan pihak-pihak berperkara seadil mungkin dengan memberi kesempatan, hak dan kewajiban, serta perlakuan yang sama, tetap ditegakkan dalam hukum acara.
    2. Sesuai PERMA No.1 Tahun 2008, apabila kedua belah pihak hadir pada hari sidang yang ditentukan, mediasi akan dilaksanakan sebelum pemeriksaan sidang.
    3. Setiap ada persidangan, tergugat akan dipanggil oleh jurusita/jurusita pengganti. Berdasarkan panggilan tersebut, tergugat akan mengetahui jadwal sidang dan menghadiri sidang sesuai dengan jadwal dalam surat panggilan tersebut.
    4. Ada beberapa cara pemaggilan yang perlu diketahui, antara lain :
    – Harus disampaikan di tempat tujuan/domisili kepada yang bersangkutan (in person)
    – Apabila yang bersangkutan tidak ditemui di tempat kediamannya, panggilan tersebut disampaikan melalui kepala desa dengan diikuti perintah agar segera menyampaikan surat panggilan tersebut kepada yang bersangkutan (Pasal 390 ayat (1) HIR)
    5. Setelah mengetahui ada panggilan, tergugat datang ke PA sesuai dengan jadwal tersebut, kemudian mendaftar di mesin antrian sidang untuk memperoleh nomor antrian mengikuti sidang.

  5. Agus Says:

    Ini banyak terjadi di hampir semua pengadilan agama, Putusan Verstek banyak di gugat, para pihak mungkin tidak mengetahui secara prosedural n hukum, mereka menganggap kalau tidak datang maka perkara cerai tidak bisa disidangkan atau batal. dan jikalau memang sudah putus atau telah sah terjadinya perceraian, akan tetapi tergugat merasa dirugikan/tidak puas, maka tergugat bisa mnegajukan Banding/Kasasi

  6. andri Says:

    assalamu’alaikum
    pak saya mau tanya apakah cerai talak (suami) bisa menuntut harta gono gini, terus apakah cerai talak (suami) bisa diwakilkan oleh orang tua saya, karena saya mau kerja keluar negeri pak

Leave a Reply

  • LINK KAMI













    Pembaruan MA